Tantangan Sektor Pariwisata Hadapi New Normal Usai Covid-19

Perbaikan ekonomi akan menjadi faktor yang memengaruhi kembalinya wisatawan setelah pandemi covid-19 berakhir. Kembalinya wisatawan secara stabil akan diawali oleh turis domestik yang diprediksi terjadi pada 2022.

Hal tersebut disampaikan Direktur Destination Capacity David Ermen dalam webinar bertajuk Covid-19 Crisis in Tourism: Threat and Opportunity yang digelar oleh MarkPlus Tourism. Faktor ekonomi yang menghantam masyarakat kelas menengah jadi penyebabnya.

“Banyak yang terkena PHK, ekonomi sangat terpukul. Turis domestik baru akan stabil di 2022 tapi kita harus perhatikan peluang mereka berlibur lebih lama, lebih berkualitas dan haus akan pengalaman baru,” ungkap David melalui keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2020.

Meskipun stabilitas industri pariwisata diprediksi terjadi dalam dua tahun mendatang, pelaku industri bisa memanfaatkan momen ini untuk mempersiapkan protokol baru dalam rangka menyambut kedatangan turis usai pandemi. Pelaku pariwisata dan industri hospitality harus mulai menyesuaikan bisnisnya dengan kondisi wisatawan yang nantinya akan memperhatikan faktor higienitas dan keamanan.

“Perilaku wisatawan nantinya akan berubah, mereka tidak lagi hanya mau jalan-jalan tapi memastikan dirinya aman selama traveling, ini yang harus menjadi perhatian pelaku wisata,” tambah David.

David melihat peluang yang bisa dilakukan pelaku pariwisata dalam rangka menyambut kembalinya turis dengan memberikan pelatihan kepada staf mengenai protokol higienitas yang baru. Terutama dalam hal budaya ramah tamah yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia seperti berjabat tangan harus disesuaikan kembali mengingat munculnya sensitivitas terhadap sentuhan antarmanusia selama covid-19.

Kembalinya turis dengan karakter lebih hati-hati dan pemilih dalam menentukan destinasi juga akan memengaruhi bagaimana jenis perjalanan yang dilakukan. Jika sebelumnya perjalanan bisnis sering dilakukan akan ada kemungkinan setelah kondisi new normal mereka lebih memilih menggunakan teknologi.

“Kalau biasanya orang berpergian ke luar negeri untuk perjalanan bisnis satu atau dua hari, nantinya mungkin saja mereka lebih memilih menggunakan Zoom karena sudah terbiasa dengan kondisi saat pandemi,” papar David.

Direktur MarkPlus Tourism Nalendra Pradono menilai meskipun tidak ada yang tahu persis kapan pandemi akan berakhir dan kapan bisnis pariwisata akan kembali normal, turis pasti akan kembali. Meski demikian, penting untuk membuat bisnis pariwisata tetap hidup untuk bisa menyambut wisatawan kembali.

“Surviving dan preparing jadi dua kata kunci yang harus diterapkan oleh industri pariwisata di masa sulit ini. Tugas utama kita adalah membuat bisnis tetap berjalan, jaga cash flow, jangan sampai saat turis kembali bisnis kita sudah tidak ada lagi di market,” papar Nalendra.

 

Wisata bandung murah, Paket wisata bandung, Liburan bandung murah, Liburan jogja murah, wisata jogja murah, Wisata malang murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami via Whatsapp