Virus Corona Membuat Pariwisata Lesu

Virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019. Kemunculan virus corona berawal dari sebuah pasar makanan laut Huanan di Kota Wuhan. Pasar tersebut memiliki luas 50.000 meter persegi, terkenal dengan jual beli bahan makanan dari hewan liar. Bahkan menyediakan ular, kelelawar, hingga musang, tentu saja selain ikan, kepiting, dan udang. Kemungkinan orang yang berinteraksi langsung di pasar hewan di Wuhan itu adalah yang pertama terjangkit penyakit tersebut. Saat ini telah ditemukan sedikitnya 97.885 kasus positif terinfeksi virus corona, Sebanyak 3.348 orang di antaranya meninggal dunia dan 53.457 pasien dinyatakan sembuh. Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia dan bisa menyebabkan kematian, tetapi tidak sedikit juga yang dapat sembuh setelah terjangkit virus ini.

Kasus corona telah menyebar sedikitnya ke 93 negara di dunia, di antaranya Cina, Korea Selatan, Iran, Italia, hingga Jerman. Mobilitas manusia yang tinggi menyebabkan virus menyebar dalam waktu singkat karena penularan virus ini terbilang mudah karena melalui udara. Virus corona sukses menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat, tak terkecuali di Indonesia. Setelah penemuan dua korban WNI yang positif terpapar virus corona, perlengkapan kesehatan seperti masker dan hand sanitizier langka di pasaran. Semua masyarakat berburu di berbagai apotek, toko obat, toko alat kesehatan, sampai toko online, hingga akhirnya harga barang tersebut tidak hanya mengalami kenaikan tetapi pindah harga. Masker yang sebelumnya berharga Rp35.000 per boks (isi 50) menjadi Rp245.000 per boks, bahkan di toko online mencapai Rp500.000 per boks.  Hand sanitizier yang sebelumnya Rp15.000 (55 ml) menjadi Rp45.000-Rp80.000. Bahkan di beberapa tempat perbelanjaan, ramai dikunjungi konsumen, memborong bahan kebutuhan utamanya makanan.

Virus corona berdampak pada sektor pariwisata di Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Januari 2020 tercatat menurun 7,62 persen dibanding Desember 2019 baik melalui pintu udara, laut, maupun darat. Sejalan dengan itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel kalsifikasi bintang ikut turun di angka 10,22 poin pada Januari 2020 dibanding Desember 2019, hampir di semua Provinsi di Indonesia. Penurunan pada sektor pariwisata memberikan efek domino terhadap sektor lainnya.

Sektor transportasi turut terkena imbasnya, baik perjalanan dalam negeri maupun mancanegara. Dari jalur udara, Jumlah penumpang udara domestik mengalami penurunan 9,85 persen pada bulan Januari 2020 dibanding Desember 2019. Begitu pula dengan penumpang yang ke luar negeri/internasional mengalami penurunan 2,22 persen. Dari jalur laut, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri turun 4,10 persen pada Januari 2020 dibanding Desember 2019. Dari jalur darat, jumlah penumpang kereta api Jawa dan Sumatera juga turut mengalami penurunan 8,89 persen. Kekhawatiran akan tertularnya virus, membuat masyarakat enggan bepergian. Hal ini juga berdampak pada kelangsungan usaha bisnis tour and travel.  Penutupan akses penerbangan di bandara China membuat tidak ada perjalanan dari dan ke China. Bandara Arab Saudi juga turut ditutup. Terjadi penundaan, bahkan pembatalan perjalanan wisata, bisnis, dan umroh membuat usaha ini kian merugi.

Pemerintah memerintahkan maskapai untuk menurunkan tarif penerbangan ke beberapa destinasi wisata untuk mendongkrak kelesuan sektor pariwisata ini. Tidak hanya memukul bisnis berskala besar, dampak virus corona juga mempengaruhi Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Sektor penunjang pariwisata lainnya seperti penyedia makan minum, cenderamata, oleh-oleh juga terkena dampaknya. Padahal UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia dalam menyerap tenaga kerja. UMKM harus dapat mencari kesempatan, peluang usaha baru karena tengah terjadi pembatasan impor, khususnya dari China yang selalu membanjiri pasar dalam negeri. Bila wabah virus corona tidak segera usai, hal ini sangat mempengaruhi stabilitas perekonomian dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat merosot sejalan dengan keadaan di China dan dunia.

 

Wisata bandung murah, Paket wisata bandung, Liburan bandung murah, Liburan jogja murah, wisata jogja murah, Wisata malang murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami via Whatsapp